Permasalahan Sampah dan Solusinya Menggunakan Tempat Sampah

Pengelolaan Sampah dengan Tempat Sampah Besar

Pengelolaan Sampah dengan Tempat Sampah Besar

Pembuangan sampah yang tidak tepat dan sembarangan dapat menyebabkan masalah besar terhadap lingkungan masyarakat. Karena penumpukan sampah atau tidak sengaja dibuang ke tempat terbuka akan menyebabkan pencemaran tanah dan juga mempengaruhi saluran air tanah. Tempat sampah organik dan anorganik disediakan untuk masyarakat agar membuang sampah dengan cara dipilah, jenis-jenis tempat sampah sebenarnya beraneka macam sehingga harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Demikian pula, membakar sampah dapat menyebabkan pencemaran udara, dan membuang sampah ke sungai dapat menyebabkan pencemaran air, penyumbatan saluran pembuangan, dan banjir.

Selain itu, pembangunan (Eksploitasi) lingkungan merupakan isu terkait pengelolaan terutama di sekitar kota, sehingga banyak negara besar melakukan insinerasi atau pembakaran yang merupakan alternatif pembuangan sampah. Pada saat yang sama, masalah dengan proses ini adalah bahwa biaya pembakaran lebih mahal daripada sistem pembuangan akhir (sanitary landfill). Jika sampah ini digunakan dalam pertanian dalam jumlah besar, akan menimbulkan masalah karena logam berat yang terkandung.

Baca juga : Hal Terpenting dalam Menjaga Kebersihan

Sampah adalah suatu bahan yang sudah terbuang atau dibuang dari sumber yang dihasilkan oleh manusia dan kegiatan alam, dan belum memiliki nilai ekonomis. Sampah berasal dari rumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, rumah sakit, pasar, dan lain-lain. Secara garis besar sampah dibedakan menjadi :

  1. Sampah organik/sampah basah, seperti sampah dapur, sisa restoran, sisa sayuran, sisa bumbu atau buah, dan sampah lainnya yang dapat membusuk secara alami.
  2. Sampah anorganik/sampah kering, seperti: logam, besi, kaleng, plastik, karet, botol, dan sampah lainnya yang tidak dapat membusuk secara alami.
  3. Limbah B3 (Bahan Beracun Berbahaya), seperti baterai, botol obat nyamuk, jarum suntik bekas, dan lain-lain.

Permasalahan sampah di Indonesia antara lain meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, kurangnya tempat pembuangan sampah, sampah menjadi tempat tumbuh penyakit, dan sarang serangga dan tikus sebagai sumber pencemaran, menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air dan udara, serta sumber dan habitat bakteri yang membahayakan kesehatan.

Baca juga : Pentingnya Menjaga Kebersihan di Lingkungan

Pengelolaan Sampah Alternatif

Untuk mengatasi masalah sampah secara keseluruhan, perlu dilakukan alternatif pengelolaan tempat pembuangan sampah merupakan pilihan yang cocok, alternatif-alternatif tersebut harus dapat menyelesaikan semua masalah pembuangan sampah dengan mendaur ulang semua sampah yang dibuang kembali ke ekonomi masyarakat atau kembali ke alam untuk mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam. Untuk mencapai tujuan tersebut, tiga asumsi dalam pengelolaan sampah harus diganti dengan tiga prinsip baru.

Daripada berasumsi bahwa masyarakat akan menghasilkan lebih banyak sampah, lebih baik meminimalkan sampah dan pembuangan limbah harus dipisahkan. Dengan cara ini, setiap bagian dapat dikomposkan atau didaur ulang secara optimal daripada dibuang ke sistem pengolahan limbah campuran saat ini. Industri harus mendesain ulang produknya untuk memfasilitasi proses daur ulang produk tersebut. Prinsip ini berlaku untuk semua jenis dan aliran sampah.

Pembuangan limbah campuran merusak dan mengurangi nilai bahan yang masih dapat digunakan kembali. Bahan organik akan mencemari bahan yang masih dapat didaur ulang, dan racun akan merusak kegunaan keduanya. Selain itu, semakin banyak aliran limbah yang berasal dari produk sintetis dan produk yang tidak mudah didaur ulang, perlu dirancang ulang untuk beradaptasi dengan sistem daur ulang.

Baca juga : Kenapa harus tempat sampah dari Produk Karya Erat ?

Tanggung Jawab Produsen dalam Pengelolaan Sampah

Namun, kendala terbesar untuk mendaur ulang adalah sebagian besar produk tidak dirancang untuk didaur ulang saat tidak lagi digunakan. Sebab, selama ini pengusaha belum mendapatkan insentif ekonomi yang menarik untuk melakukannya. Extended Producer Responsibility (EPR) adalah pendekatan kebijakan yang mengharuskan produsen untuk menggunakan kembali produk dan kemasannya. Kebijakan ini memotivasi mereka untuk mendesain ulang produknya agar dapat didaur ulang tanpa bahan berbahaya dan beracun.

Baca juga : Manfaat Tempat Sampah

Sampah Bahan Berbahaya Beracun (B3)

Sampah atau limbah dari peralatan kesehatan merupakan faktor penting dalam jumlah limbah yang dihasilkan, beberapa di antaranya mahal biaya penanganannya. Namun, tidak semua limbah medis berpotensi menular dan berbahaya.
Jumlah sampah yang dihasilkan oleh fasilitas medis hampir setara dengan limbah umum dan kota. Memisahkan sampah pada sumbernya adalah yang paling tepat, karena potensi penularan penyakit dan bahaya dari sampah umum.

Sampah yang berpotensi terkontaminasi harus ditangani dan dimusnahkan, dan beberapa teknik non-insinerasi dapat mendisinfeksi limbah medis tersebut. Teknologi ini umumnya lebih murah, tidak terlalu rumit secara teknis, dan lebih sedikit menimbulkan polusi dibandingkan insinerator. Banyak jenis sampah kimia berbahaya, termasuk obat-obatan, berasal dari fasilitas kesehatan. Limbah ini tidak cocok untuk dibakar.

Beberapa, seperti Merkuri, harus dibuang, yang lain dapat didaur ulang dengan mengubah pembelian bahan, dan sisanya harus dikumpulkan dengan hati-hati dan dikembalikan ke pabriknya.

Studi kasus menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan secara luas di banyak tempat, termasuk rumah sakit bersalin kecil di India dan rumah sakit umum besar di Amerika Serikat. Limbah proses industri umumnya tidak jauh berbeda dengan limbah rumah tangga atau medis, namun sebagian besar berbahaya secara kimiawi.

Baca juga : Peraturan Undang-Undang Tentang Pengelolaan Sampah

Produksi Bersih dan Prinsip 4R

Produksi bersih adalah desain ulang industri yang ditujukan untuk mengurangi produk sampingan yang berbahaya, polusi umum, dan produksi produk serta limbah yang aman dalam siklus ekologis. Prinsip produksi bersih merupakan prinsip yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan menerapkan, misalnya, prinsip 4R. Sebisa mungkin meminimalkan produk dan bahan yang kita gunakan. Semakin banyak bahan yang kita gunakan, semakin banyak pula sampah yang kita hasilkan.

Prinsip Produksi Bersih merupakan prinsip-prinsip yang bisa digunakan dalam keseharian misalnya dengan melaksanakan Prinsip 4R, diantaranya:

  • Reduce (Mengurangi); sedapat mungkin meminimalkan produk dan bahan yang kita gunakan. Semakin banyak bahan yang kita gunakan, semakin banyak pula sampah yang kita hasilkan.
  • Reuse (Memakai kembali); Jika memungkinkan, pilih barang yang dapat digunakan kembali. Hindari barang sekali pakai (sekali pakai, buang). Ini memungkinkan Anda untuk memperpanjang masa manfaat barang Anda sebelum menjadi sampah.
  • Recycle (Mendaur ulang); Bila memungkinkan, barang-barang yang tidak lagi berguna dapat didaur ulang. Tidak semua barang dapat didaur ulang, namun kini banyak industri dan rumah tangga yang memanfaatkan sampah tersebut untuk dijadikan barang lain.
  • Replace ( Mengganti); Lihat apa yang kita gunakan setiap hari. Ganti barang sekali pakai dengan barang yang lebih tahan lama. Selain itu, saat berbelanja, gunakan hanya produk yang ramah lingkungan, seperti mengganti kantong plastik dengan keranjang, dan berhati-hatilah untuk tidak menggunakan styrofoam karena tidak terurai secara alami.

4 langkah diatas bisa dilakukan oleh semua orang untuk membantu meningkatkan kebersihan di lingkungan. Selain itu upaya tersebut bisa dijadikan kebiasaan semua orang dalam menjaga kebersihan disetiap sudut rumah. Tempat sampah menjadi solusi untuk menanggulangi masalah sampah di Indonesia, maka dari itu penyediaan tempat sampah bagi setiap rumah tangga menjadi hal yang sangat penting.

Baca juga: Seberapa Penting Tempat Sampah?

Sediakan Tempat Sampah Besar

Tempat sampah besar dengan kapasitas 120 liter bisa digunakan untuk setiap rumah, baik yang bahan plastik maupun fiberglass. Tergantung kebutuhan pada masyarakat maka bahan plastik maupun fiberglass bisa disesuaikan dengan budget setiap warga.

Harga tempat sampah produksi karya erat bervariatif, ada yang harga mahal kualitas super, ada harga sedang kualitas menengah, dan ada juga harga tempat sampah murah kualitas standar. Spesfikasi tempat sampah disesuaikan dengan harga penawaran yang diminta oleh pelanggan.

Dengan menyediakan tempat sampah dirumah merupakan langkah awal untuk membuang sampah pada tempatnya agar tidak berserakan, setelah tong sampah penuh kemudian akan diangkut oleh petugas sampah untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Demikianlah Langkah atau cara untuk mengurangi masalah sampah yang setiap hari kita hadapi, pentingnya Kerjasama dan gotong royong seluruh lapisan masyarakat untuk mengelola sampah sebaik mungkin. Minimal jangan membuang sampah sembarangan sehingga menyebabkan berbagai macam masalah pada lingkungan.

Kalau tidak mau pusing mencari tempat sampah, kami menyediakan tempat sampah dengan kualitas terbaik mulai dari tempat sampah fiberglass, tempat sampah plastik HDPE, Gerobak Sampah,Kontainer Sampah, Gunting Taman, Gunting Rumput, Sapu lidi, Cangkrang, Golok, Cangkul, dan lainnya masih banyak lagi macamnya.

Tersedia Tempat Sampah

Untuk pemesanan tempat sampah silahkan customers menghubungi kontak kami yang tersedia di website ini. ataupun melalui chat whatsapp.