Sosialisasikan “Ayo, Buang Sampah di Tempatnya!” dan Lakukan Edukasi Pemilahan Sampah Untuk Menanamkan Pentingnya Menjaga Lingkungan Sejak Dini

Jual Tempat Sampah  

Sampah merupakan sisa dari sebuah produk atau barang yang tidak lagi digunakan, tetapi masih dapat didaur ulang sebagai barang berharga. Masalah sampah di Indonesia merupakan masalah yang serius. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), rata-rata produksi sampah di Indonesia 175.000 ton per hari atau setara dengan 64 juta ton per tahun. Dengan menggunakan asumsi berdasarkan data ini, setiap orang menghasilkan 0,7 kg sampah per hari.

Sampah adalah musuh lingkungan, karena menyebabkan dan mencemari lingkungan. Lingkungan yang tercemar oleh pembuangan sampah pada akhirnya akan menjadi kotor, usang dan berbau, serta akan menimbulkan penyakit. Sampah telah menyebabkan masalah pencemaran lingkungan yang serius di Indonesia.

Meski sudah diberi peringatan “Jangan membuang sampah sembarangan“, namun masih saja ngeyel dan tak didengar dan akhirnya akan menimbulkan lingkungan yang tercemar atau kotor. Pentingnya tempat sampah besar untuk menampung sampah-sampah.

Pentingnya menjaga lingkungan harus diusahakan sedini mungkin, dan sikap serta perilaku harus dibina untuk membuang sampah, karena anak-anak adalah generasi penerus bangsa, dan ketika besar nanti mereka berharap akan menjadi terbiasa. mereka tanpa diingatkan dan secara otomatis memikul tanggung jawab untuk melindungi lingkungan. Salah satu upaya untuk menanamkan pentingnya menjaga lingkungan adalah dengan sosialisasi dan edukasi untuk memisahkan sampah kepada anak sejak dini dan menyediakan tempat sampah yang memadai.

Baca Juga : Hal Terpenting dalam Menjaga Kebersihan

Sosialisasi Menjaga Kebersihan Lingkungan

Kegiatan sosial pertama kali memperkenalkan dan menghibur anak-anak (adik-adik) yang berpartisipasi dalam kegiatan dengan hangat. Kegiatan ramah tamah bertujuan untuk meningkatkan keakraban antar sesama anak-anak sehingga anak muda yang mengikuti kegiatan sosial juga dapat merasa nyaman. Kemudian juga memberikan informasi tentang sampah, seperti pengertian sampah, jenis sampah, bahaya yang ditimbulkan sampah, cara pembuangan sampah, dan informasi tentang persyaratan kualitas dan tempat sampah yang baik.

Selain itu juga mengajari adik-adik untuk melakukan tindakan khusus untuk mengurangi penggunaan sampah dalam kehidupan sehari-hari, terutama penggunaan sampah plastik. Salah satunya dengan menghemat jajan atau belanjaan sebanyak-banyaknya, dan usahakan untuk tidak menggunakan kantong plastik ekstra. Peranan tong sampah plastik sangat dibutuhkan untuk menampung sampah plastik yang berserakan.

Secara umum, adik-adik sudah mengetahui bahwa sampah harus dibuang di tempat sampah yang tepat untuk menjaga lingkungan, namun mereka belum sepenuhnya memahami bahaya yang mungkin ditimbulkan sampah, seperti bagaimana sampah bisa menimbulkan penyakit.

Banjir bahkan bisa menyebabkan kecelakaan. Oleh karena itu, brosur dan poster yang berisi semua materi yang disediakan dalam kegiatan sosial dibagikan kepada anak-anak peserta kegiatan agar anak-anak dapat mengulang dan mengingat kembali materi tersebut bahkan setelah kegiatan selesai.

Baca juga : Kenapa harus tempat sampah dari Produk Karya Erat ?

Pentingnya Pengolahan Sampah Organik

Jual Tong Sampah Organik  

Limbah makanan (food waste) adalah limbah sisa makanan. Limbah makanan ini tidak hanya berasal dari sisa makanan yang telah dikonsumsi, tetapi juga dari sisa makanan selama produksi. Terakhir, masalah limbah makanan dapat berdampak negatif bagi lingkungan dan manusia, sehingga harus segera diselesaikan.

Selain itu, limbah makanan juga bisa berasal dari empat proses.

  • Yang pertama adalah tingkat produksi, dimana pemborosan makanan dapat disebabkan oleh cuaca buruk, serangan hama dan gangguan distribusi.
  • Kedua, Limbah makanan olahan yang dihasilkan selama pemrosesan makanan.
  • Ketiga, hal yang paling umum adalah dalam proses penjualan, makanan yang tidak laku akhirnya menjadi sisa makanan.
  • Dan yang terakhir, dalam proses konsumsi makanan yang tidak dimakan berakhir di tempat sampah.

Dalam kegiatan sosialisasi juga diberikan materi pemahaman tentang sampah organik, sampah anorganik dan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun) guna memberikan pengetahuan kepada peserta tentang pentingnya pemilahan sampah dekomposabel dan sampah non biodegradable, tapi adik-adik masih asing dengan istilah sampah organik, sampah anorganik dan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Selain itu, adik-adik juga kesulitan untuk memisahkan sampah. Oleh karena itu, selain memberikan materi, juga menyediakan permainan sederhana “memilah sampah” untuk kegiatan bakti sosial dan acara tanya jawab berhadiah agar adik-adik lebih semangat dan lebih mudah dalam memahami setiap materi yang disampaikan serta memahami cara pemilahan sampah secara sederhana.

Baca : Pentingnya Menjaga Kebersihan di Lingkungan

Penyumbang Sampah Terbesar

Jual Tong Sampah  

Sampah makanan merupakan faktor penting dalam pembuangan sampah masyarakat. Menurut data Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, dari 7.600 ton sampah yang dihasilkan setiap hari pada 2011, 4.050 ton merupakan sampah makanan. Jumlah ini setara dengan 668 ekor gajah Afrika yang mampu memberi makan hampir 12% populasi Indonesia atau sekitar 29 juta orang miskin. Faktor terbesar penyebab pemborosan makanan berasal dari keluarga. Masalah ini bukanlah masalah yang hanya terjadi di Indonesia. Menurut Friends of the Earth, komunitas internasional menghasilkan 1,3 ton limbah makanan setiap tahun.

Banyaknya makanan yang terbuang percuma disebabkan oleh tiga alasan utama diantaranya sebagai berikut:

  • Pertama, konsumsi masyarakat yang berlebihan. Konsumsi makanan tanpa kesadaran lingkungan akan meningkatkan jumlah limbah makanan yang dihasilkan.
  • Kedua, pengelolaan sampah yang terbilang buruk. Keberadaan limbah makanan memang tidak dapat dihindari, namun pengelolaan limbah makanan yang efektif dapat mengurangi jumlah limbah makanan yang terbuang percuma.
  • Terakhir, belum ada regulasi yang mengatur dan mengawasi sampah makanan. Memang, jika sisa makanan terbuang percuma, beberapa restoran akan mengenakan biaya tambahan. Namun hal ini hanya berlaku untuk beberapa restoran saja, dan penyebab terbesar sampah makanan tidak hanya restoran, tetapi juga hotel, restoran, supermarket, toko retail dan rumah tangga dan lainnya.

Begitu banyak limbah makanan merupakan masalah lingkungan yang serius. Limbah makanan dapat mencemari tanah dan air di sekitarnya, menyebabkan penurunan kesuburan tanah, dan mengancam organisme lain. Selain tanah dan air, limbah makanan organik juga menghasilkan gas metana yang berdampak langsung pada pemanasan global.

Limbah makanan yang terbuang juga akan menyia-nyiakan sumber daya produksi pangan, bahkan dapat menimbulkan ancaman ekonomi karena krisis pangan terus berlanjut hingga mengarah pada krisis pangan, karena makanan banyak terbuang di tempat sampah.

Cara Mengatasi Masalah Sampah

Untuk mengatasi masalah sampah makanan diperlukan pengelolaan sampah yang baik dan pengelolaan manajemen yang apik. Pengelolaan limbah yang baik dapat mengurangi dampak pencemaran yang disebabkan oleh limbah makanan. Selain itu, jika sampah dikelola dengan baik, sampah organik dapat dimanfaatkan untuk pembuatan kompos bahkan dapat diubah menjadi energi melalui fasilitas Intermediate Treatment Facility.

Manajemen pribadi berasal dari diri Anda sendiri. Setidaknya kita harus menyadari kemampuan kita untuk menghabiskan makanan yang dibeli atau dipesan. Jangan membeli makanan lebih banyak dari yang kita konsumsi. Sekalipun Anda telah membeli di luar kapasitas konsumsi kita, sumbangkan kepada mereka yang membutuhkan lebih banyak makanan sebelum kita mengkonsumsinya. Hal Ini lebih mulia daripada membuang makanan ke tempat sampah.

Tersedia Pilihan Tong Sampah

Untuk pemesanan tempat sampah silahkan customers menghubungi kontak kami yang tersedia di website ini. ataupun melalui chat whatsapp.