Pabrik Tempat Sampah di Bogor

Jual Tong Sampah

Karya Erat merupakan produsen tempat sampah terbesar di Indonesia, sejak tahun 1999 sudah mulai memproduksi gerobak sampah, kontainer sampah, tong sampah fiberglass, dan produk alat kebersihan lainnya.

Produk yang diproduksi ditujukan untuk Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta termasuk lima wilayah DLH Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan, tentunya mensupply produk juga ke Suku Dinas Kebersihan, Setiap tahun produk yang dihasilkan digunakan untuk mengatasi masalah sampah yang ada dilingkungan masyarakat.

Masalah sampah yang tidak ada akhirnya bahkan sampai saat ini sampah masih menjadi piramida di bantar gebang dan menyebabkan pencemaran lingkungan di Bekasi. Untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah tersebut, selaku produsen tempat sampah plastik setidaknya memberikan tempat atau wadah bagi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

Baca Juga : Fungsi Warna Pada Tempat Sampah

Pengangkutan Sampah

Tempat sampah plastik banyak digunakan  setiap rumah untuk mendukung program membuang sampah pada tempatnya, setelah sampah dikumpulkan selanjutnya dibawa menggunakan gerobak dorong/gerobak sampah oleh petugas kebersihan dan kemudian setelah penuh ditumpukan sampah diangkut menggunakan mobil pengangkut sampah  yang biasa kita temui di jalan raya.

Mobil pengangkut membawa ke tempat pembuangan sampah (TPS) dan sampah tersebut akan dipilah oleh petugas sampah yang ada di TPS. Sampah tersebut diangkut truk sampah dan dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Baca : Pentingnya Menjaga Kebersihan di Lingkungan

Permasalahan Sampah dan Solusinya

Pembuangan sampah yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah besar. Karena penumpukan sampah atau tidak sengaja dibuang ke tempat terbuka akan menyebabkan pencemaran tanah dan juga mempengaruhi saluran air tanah.

Demikian pula, membakar sampah dapat menyebabkan pencemaran udara, dan membuang sampah ke sungai dapat menyebabkan pencemaran air, penyumbatan saluran pembuangan, dan banjir.

Selain itu, pembangunan (Eksploitasi) lingkungan merupakan isu terkait pengelolaan terutama di sekitar kota, sehingga banyak negara besar melakukan insinerasi atau pembakaran yang merupakan alternatif pembuangan sampah.

Baca juga: Cara Memilih Tempat Sampah Terbaik

Pada saat yang sama, masalah dengan proses ini adalah bahwa biaya pembakaran lebih mahal daripada sistem pembuangan akhir (sanitary landfill). Jika sampah ini digunakan dalam pertanian dalam jumlah besar, akan menimbulkan masalah karena logam berat yang terkandung.

Sampah adalah suatu bahan yang sudah terbuang atau dibuang dari sumber yang dihasilkan oleh manusia dan kegiatan alam, dan belum memiliki nilai ekonomis. Sampah berasal dari rumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, rumah sakit, pasar, dll. Secara garis besar sampah dibedakan menjadi :

  1. Sampah organik/basah, seperti sampah dapur, sisa restoran, sisa sayuran, sisa bumbu atau buah, dan sampah lainnya yang dapat membusuk secara alami.
  2. Sampah anorganik/kering, seperti: logam, besi, kaleng, plastik, karet, botol, dan sampah lainnya yang tidak dapat membusuk secara alami.
  3. Limbah B3, seperti baterai, botol obat nyamuk, jarum suntik bekas, dll.

Permasalahan sampah di Indonesia antara lain meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, kurangnya tempat pembuangan sampah, sampah menjadi tempat tumbuh penyakit, dan sarang serangga dan tikus sebagai sumber pencemaran, menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air dan udara, serta sumber dan habitat bakteri yang membahayakan kesehatan.

Artikel lainnya : Manfaat Ekonomi dari Pemilahan Sampah

Pengelolaan Sampah Alternatif

Untuk mengatasi masalah sampah secara keseluruhan, perlu dilakukan alternatif pengelolaan tempat pembuangan sampah merupakan pilihan yang cocok, alternatif-alternatif tersebut harus dapat menyelesaikan semua masalah pembuangan sampah dengan mendaur ulang semua sampah yang dibuang kembali ke ekonomi masyarakat atau kembali ke alam untuk mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam. Untuk mencapai tujuan tersebut, tiga asumsi dalam pengelolaan sampah harus diganti dengan tiga prinsip baru.

Daripada berasumsi bahwa masyarakat akan menghasilkan lebih banyak sampah, lebih baik meminimalkan sampah dan pembuangan limbah harus dipisahkan.

Dengan cara ini, setiap bagian dapat dikomposkan atau didaur ulang secara optimal daripada dibuang ke sistem pengolahan limbah campuran saat ini. Industri harus mendesain ulang produknya untuk memfasilitasi proses daur ulang produk tersebut. Prinsip ini berlaku untuk semua jenis dan aliran sampah.

Pembuangan limbah campuran merusak dan mengurangi nilai bahan yang masih dapat digunakan kembali. Bahan organik akan mencemari bahan yang masih dapat didaur ulang, dan racun akan merusak kegunaan keduanya. Selain itu, semakin banyak aliran limbah yang berasal dari produk sintetis dan produk yang tidak mudah didaur ulang, perlu dirancang ulang untuk beradaptasi dengan sistem daur ulang.

Artikel lainnya: Pengertian Sampah Menurut Para Ahli

Tanggung Jawab Produsen dalam Pengelolaan Sampah

Namun, kendala terbesar untuk mendaur ulang adalah sebagian besar produk tidak dirancang untuk didaur ulang saat tidak lagi digunakan. Sebab, selama ini pengusaha belum mendapatkan insentif ekonomi yang menarik untuk melakukannya.

Extended Producer Responsibility (EPR) adalah pendekatan kebijakan yang mengharuskan produsen untuk menggunakan kembali produk dan kemasannya. Kebijakan ini memotivasi mereka untuk mendesain ulang produknya agar dapat didaur ulang tanpa bahan berbahaya dan beracun.

Baca juga: 10 Manfaat Sampah Anorganik

Sampah Bahan Berbahaya Beracun (B3)

Sampah atau limbah dari peralatan kesehatan merupakan faktor penting dalam jumlah limbah yang dihasilkan, beberapa di antaranya mahal biaya penanganannya. Namun, tidak semua limbah medis berpotensi menular dan berbahaya.

Jumlah sampah yang dihasilkan oleh fasilitas medis hampir setara dengan limbah umum dan kota. Memisahkan sampah pada sumbernya adalah yang paling tepat, karena potensi penularan penyakit dan bahaya dari sampah umum.

Sampah yang berpotensi terkontaminasi harus ditangani dan dimusnahkan, dan beberapa teknik non-insinerasi dapat mendisinfeksi limbah medis tersebut. Teknologi ini umumnya lebih murah, tidak terlalu rumit secara teknis, dan lebih sedikit menimbulkan polusi dibandingkan insinerator. Banyak jenis sampah kimia berbahaya, termasuk obat-obatan, berasal dari fasilitas kesehatan. Limbah ini tidak cocok untuk dibakar.

Beberapa, seperti Merkuri, harus dibuang, yang lain dapat didaur ulang dengan mengubah pembelian bahan, dan sisanya harus dikumpulkan dengan hati-hati dan dikembalikan ke pabriknya.

Studi kasus menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan secara luas di banyak tempat, termasuk rumah sakit bersalin kecil di India dan rumah sakit umum besar di Amerika Serikat. Limbah proses industri umumnya tidak jauh berbeda dengan limbah rumah tangga atau medis, namun sebagian besar berbahaya secara kimiawi.

Baca juga: Sosialisasi Buang Sampah Pada Tempatnya

Produksi Bersih dan Prinsip 4R

Produksi bersih adalah desain ulang industri yang ditujukan untuk mengurangi produk sampingan yang berbahaya, polusi umum, dan produksi produk serta limbah yang aman dalam siklus ekologis.

Prinsip produksi bersih merupakan prinsip yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan menerapkan, misalnya, prinsip 4R. Sebisa mungkin meminimalkan produk dan bahan yang kita gunakan. Semakin banyak bahan yang kita gunakan, semakin banyak pula sampah yang kita hasilkan.

Prinsip Produksi Bersih merupakan prinsip-prinsip yang bisa digunakan dalam keseharian misalnya dengan melaksanakan Prinsip 4R, diantaranya:

  • Reduce (Mengurangi); sedapat mungkin meminimalkan produk dan bahan yang kita gunakan. Semakin banyak bahan yang kita gunakan, semakin banyak pula sampah yang kita hasilkan.
  • Reuse (Memakai kembali); Jika memungkinkan, pilih barang yang dapat digunakan kembali. Hindari barang sekali pakai (sekali pakai, buang). Ini memungkinkan Anda untuk memperpanjang masa manfaat barang Anda sebelum menjadi sampah.
  •  Recycle (Mendaur ulang); Bila memungkinkan, barang-barang yang tidak lagi berguna dapat didaur ulang. Tidak semua barang dapat didaur ulang, namun kini banyak industri dan rumah tangga yang memanfaatkan sampah tersebut untuk dijadikan barang lain.
  • Replace ( Mengganti); Lihat apa yang kita gunakan setiap hari. Ganti barang sekali pakai dengan barang yang lebih tahan lama. Selain itu, saat berbelanja, gunakan hanya produk yang ramah lingkungan, seperti mengganti kantong plastik dengan keranjang, dan berhati-hatilah untuk tidak menggunakan styrofoam karena tidak terurai secara alami.

Artikel lainnya: Pentingnya Memisahkan Sampah Organik dan Anorganik

Sediakan Tempat Sampah

Untuk itu kami menyediakan solusi untuk mengatasi masalah sampah yang ada dilingkungan masyarakat, harga tempat sampah yang kami berikan terjangkau untuk Anda.

Kami menyediakan tempat sampah dengan kualitas terbaik mulai dari tempat sampah fiberglass, tempat sampah plastik HDPE, Gerobak Sampah,Kontainer Sampah, Gunting Taman, Gunting Rumput, Sapu lidi, Cangkrang, Golok, Cangkul, dan lainnya masih banyak lagi macamnya.

Tersedia Pilihan Tong Sampah