Manfaat Ekonomi dari Pemilahan Sampah

Manfaat Ekonomi dari Pemilahan Sampah

Jual Tong Sampah Fiberglass

Masalah sampah bukanlah masalah baru di masyarakat. Sampah bisa berasal dari mana saja, mulai dari sisa makanan sehari-hari, kemasan plastik bekas, minuman atau makanan kaleng, kertas bekas hingga botol kaca. Salah satu langkah utama dalam pengelolaan sampah adalah pemilahan sampah. pemilah antara sampah organik dan sampah anorganik. Menurut warna tempat sampah pada umumnya, sampah dapat dibedakan menjadi setidaknya 3 jenis diantaranya:

  1. Tempat Sampah Hijau = Organik Sampah organik adalah sampah yang mudah terurai, seperti sisa makanan, ranting, daun, dan lain-lain. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos.
  2. Tempat Sampah Kuning = Anorganik Sampah anorganik adalah sampah yang sulit terurai di alam. Sampah anorganik meliputi plastik, kertas, kaca, dan kaleng/logam. Sampah anorganik dapat digunakan kembali dan/atau didaur ulang sebagai bahan baku yang serupa dengan produk baru.
  3. Tempat Sampah Merah = B3 (zat berbahaya dan beracun) Limbah B3 secara langsung atau tidak langsung akan mencemari lingkungan dan dapat membahayakan kelangsungan hidup manusia dan organisme lainnya. Limbah B3 yang ada di sekitar kita antara lain aki bekas, insektisida, hair spray, deterjen, dan pembersih lantai.

Baca Juga : Pentingnya Memisahkan Sampah Organik dan Anorganik

Dampak Positif dari Pemilahan Sampah bagi Ekonomi Masyarakat

Pemilahan sampah dapat membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui keberadaan bank sampah. PERMEN LH Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengurangan, Penggunaan Kembali, dan Daur Ulang Melalui Bank Sampah Pasal 1 ayat 2 mendefinisikan bank sampah sebagai tempat penggolongan dan pengumpulan sampah bernilai ekonomis yang dapat didaur ulang dan/atau digunakan kembali. Pasal 2 (2) menjelaskan kegiatan 3R yang dilakukan untuk sampah domestik dan sampah domestik melalui depot sampah.

Baca Juga : Hal Terpenting dalam Menjaga Kebersihan

Bank sampah dapat berbentuk koperasi atau yayasan (PERMEN LH No. 13 Tahun 2012, Pasal 8), dengan wilayah pelayanan minimal 1 kelurahan (PERMEN LH No. 13 Tahun 2012) Setiap penabung di bank sampah dapat menabung 3 jenis sampah yaitu :

  • Kertas Sampah kertas biasanya koran, majalah, kardus, dan dupleks.
  • Plastik Sampah plastik seperti plastik bening, botol plastik, dan plastik keras lainnya.
  • Logam Sampah logam termasuk besi, aluminium, dan timah.

Bank sampah juga dapat menerima sampah jenis lain sepanjang memiliki nilai ekonomis (PERMEN LH No. 13 Tahun 2012, Lampiran II, Bagian G). Diharapkan setiap ekonom melakukan klasifikasi sampah sendiri dan menjaga sampah dalam keadaan bersih dan utuh, sehingga sampah yang disimpan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Baca : Pentingnya Menjaga Kebersihan di Lingkungan

Bank sampah dapat melakukan dua jenis tabungan (PERMEN LH No. 13 Tahun 2012, Lampiran II, Bagian F), yaitu:

  • Tabungan pribadi/individu Tabungan pribadi dapat berupa tabungan umum, tabungan pendidikan/SPP, tabungan Idul Fitri dan tabungan sosial.
  • Tabungan kolektif Tabungan kolektif dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan kelompok, seperti arisan, pengajian, dan pengurus masjid.

Baca juga : Sosialisasi Tempat Sampah

Buku Tabungan Sampah

Setiap penyimpan akan mendapatkan buku tabungan/buku rekening untuk mencatat jumlah sampah yang diserahkan dan jumlahnya. Harga masing-masing jenis sampah tergantung kesepakatan pengelola dan harga pasar. Setiap penyimpan akan mendapatkan buku tabungan/buku rekening untuk mencatat jumlah sampah yang diserahkan dan jumlahnya. Harga masing-masing jenis sampah tergantung kesepakatan pengelolaan dan harga pasar.

Baca juga : Pengertian Sampah Menurut Para Ahli

Satu hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan bank sampah adalah keuntungan dari penjualan sampah bukan milik penabung, tetapi ada sistem bagi hasil antara penabung dan pelaksana bank sampah. Rasio bagi hasil yang umum digunakan adalah 85:15, yaitu 85% untuk penabung dan 15% untuk operator penampung sampah, yang digunakan untuk operasional penimbunan sampah (PERMEN LH No. 13 Tahun 2012, Lampiran II, Bagian L).

Tempat penyimpanan sampah yang dikelola dengan baik dengan hubungan yang baik dengan pengelolaan sampah, mulai dari pengepul hingga industri daur ulang, akan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mengatasi permasalahan sampah yang ada.

Baca Juga : Pentingnya Memisahkan Sampah Organik dan Anorganik

Bank sampah perlu terhubung dengan industri daur ulang agar menguntungkan dan beroperasi dalam jangka panjang. Keberadaan bank sampah juga akan mengurangi jumlah sampah yang akhirnya masuk ke TPA. Bank sampah pada dasarnya menganut prinsip “dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat”.

Pendirian bank sampah di masyarakat akan mendorong kesadaran masyarakat untuk memilah, mendaur ulang dan/atau menggunakan kembali sampah berdasarkan jenisnya, mulai dari individu, rumah tangga, RT/RW hingga tingkat desa. Kesadaran ini akan menimbulkan rasa tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa lingkungan limbah diminimalkan.

Untuk itu kami menyediakan solusi untuk mengatasi masalah sampah yang ada dilingkungan sekitar. harga tempat sampah terjangkau untuk Anda. Kami menyediakan tempat sampah dengan kualitas terbaik mulai dari tempat sampah fiberglass, tempat sampah plastik HDPE, Gerobak Sampah,Kontainer Sampah, Gunting Taman, Gunting Rumput, Sapu lidi, Cangkrang, Golok, Cangkul, dan lainnya masih banyak lagi macamnya.

Tersedia Pilihan Tong Sampah